Khotbah Minggu 20 Oktober 2019

Kejadian 32 : 22 – 31

Yakub bergumul dengan Malaikat. Ia mohon perkenan-Nya, perkenan Tuhan. Yakub, si anak yang curang, telah memperdaya kakaknya dan menyabotase berkat kesulungan-Esau dari ayah mereka, Ishak [bandingkan Kejadian 27:36 ‘Kata Esau: Bukankah tepat namanya Yakub karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.’]. Selang beberapa tahun, ketika menjelang bertemu lagi dengan Esau, Yakub kemudian berjuang keras menghadapi keresahan batinnya sendiri. Yakub merasa resah akibat dari kelicikannya, kecurangannya, dan tindakan sabotase hak kesulungan pada masa lampu. Dan persoalan belum pernah diurai sampai dengan semalam, ketika Yakub tidak punya pilihan lain, kecuali harus menghadapi ketakutannya, keraguannya selama ini. Saatnya, hari itu, Yakub harus menghadapi dirinya sendiri, masa lalunya, kelemahannya, rasa bersalahnya. Terbuktilah, bahwa pengembaraannya dan suksesnya serta rasa aman-palsunya, kini harus dihadapinya seorang diri. Yakub ketakutan hendak bertemu Esau, kakaknya. Dan, ketakutan yang berasal dari aib masa lalunya itu tidak bisa dihadapi berbekal seluruh sukses masa kininya.
Namun, bersyukurlah Yakub, akhirnya. Pergumulan pribadinya telah dihadapinya dengan kebulatan tekatnya. Terberkatilah Yakub. Kemantapan hatinya terberkati. Sepanjang malam Yakub bergulat dengan Malaikat. Yakub, kuat. Tak terkalahkan oleh lawan. Namun, apakah Yakub telah selesai pada status-kuatnya? Ternyata tidak. Walaupun kuat, namun, Yakub masih memohon berkat Tuhan. Kekuatan pribadinya masih dirasa belum sebanding dengan ketakutan batinnya, saat hendak menghadapi Esau yang telah disakiti hatinya pada masa lalu. Yakub memohon, kiranya Malaikat Tuhan memberkatinya dengan berkat khusus, kekuatan khusus, kemantapan batin yang benar-benar khusus. Dia merindukan kehadiran-Nya, untuk mengisi kekosongan batinnya dengan kekuatan ilahi. Bahkan kalaupun sendi pangkal paha Yakub telah dibuat cacat oleh Malaikat [Kejadian 32:25,31], kondisi cacat fisiknya menjadikannya pribadi baru: menjadikannya ‘Israel’. Itulah berkat istimewa baginya. Berkat itu dihayatinya sebagai pengukuhan jaminan keselamatannya, pemantapan batinnya untuk menjumpai Esau, kakaknya.
Permohonan Yakub terkabul. Pertama, berupa berkat kesadaran, bahwa Yakub tak terkalahkan. Yakub sangatlah kuat. Tak diragukan kekuatan Yakub. Dia menang dalam pergulatan sepanjang malam, lawan malaikat Tuhan. Kedua, kekuatan versi manusia lama, bersimbol nama: Yakub, ditanggalkan. Diganti-Nya nama baru: yakni Israel. Hidup lama diganti hidup baru. Manusia lama ditiadakan. Kini diciptakan manusia baru. Kekuatan pribadi versi lama telah diganti dengan kelemahan tubuh versi baru. Meskipun mendapat tanda kelemahan tubuh, namun kelemahan padanya itu pun tidak melemahkan batinnya. Di dalam kelemahannya, justru menjadi semakin kuat di dalam Tuhan dan bersama Tuhan (bandingkan ungkapan keyakinan Rasul Paulus, II Korintus 12:10, ‘Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.’)
Berdoa suntuk, semalaman, telah mengantar Yakub ke jati diri terbaru: menjadi Israel. Pergulatan Yakub semalam suntuk telah menjadi tahapan pertobatan, menjadi awal dari tahapan yang baru yakni hidup di dalam dan bersama Tuhan.
Konsekuensi dari permohonan yang bersungguh-sungguh telah mengubah kehidupan Yakub. Pribadi yang baru telah terlahir. Membaik. Kehidupan lama telah tertinggal di belakang. Pribadi baru, hidup baru, identitas baru sedang dihadirkan oleh Malaikat Tuhan. Demikianlah, pergumulan dan permohonan seorang pilihan Tuhan dikabulkan-Nya.
2 Timotius 3 : 14 – 4 : 5
Secara ringkas, disebutkan data diri Timotius, di dalam Ensiklopedia Alkitab Praktis edisi ke-2, tulisan W.N. McElrath dan Billy Mathias. Timotius, kecuali sebagai nama sebuah Surat kiriman Rasul Paulus, adalah nama seorang ‘Sahabat muda dan utusan Injil pembantu Paulus (Kis 16:1).’ Lebih lanjut disebut, bahwa Timotius ‘tinggal di Listra dan memiliki darah campuran Yahudi dan Yunani. Mulai pada perjalanan pengabaran Injil kedua, Timotius menyertai Paulus untuk beberapa tahun, melakukan tugas-tugas penting baginya, dan menggembalakan … [umat Tuhan] pada waktu Paulus tidak ada’ di tempat. Sedemikian terpercaya Timotius bagi Rasul Paulus, sehingga Timotius disebut sebagai ‘anakku yang sah di dalam iman’ (I Timotius 1:2).
Dengan semangat Rasul Paulus, sebagai pemberita Injil (I Timotius 2:7) yang berpikiran terbuka, maka Timotius dinasihatkan agar berdoa syafaat ‘untuk semua orang, untuk raja-raja, dan untuk semua pembesar’ (I Timotius 2:1-2). Sebagaimana Paulus berjuang untuk menjangkau semua orang, baik orang-orang Yahudi, orang Yunani, maupun segala bangsa lainnya, hendaklah demikian pula sikap Timotius. Khususnya dalam hal berdoa, Timotius didorong agar berdoa ‘syafaat’ (istilah ‘syafaat’ berarti: permohonan kepada Allah demi kepentingan orang lain, Ensiklopesia Alkitab Praktis, hlm. 136).
Paulus, seorang rasul bagi bangsa-bangsa (bandingkan Galatia 1:15-16) telah melahirkan anak-rohani, yakni Timotius yang berwawasan luas, yang berdoa bagi bangsa-bangsa, berdoa syafaat. Perhatian Timotius sejak masa awal pelayanannya telah disadarkan oleh Rasul Paulus: jadilah perantara bagi banyak orang. Berdoalah bagi penguasa dan semua orang. Demikianlah Timotius bukan hanya didorong agar mengikuti ajaran Rasul Paulus, melainkan lebih dari itu: Timotius diapresiasi oleh Paulus, bahwa Timotius ‘…telah mengikuti ajaran’ Paulus. Timotius telah sampai pada tahap ‘mengikuti cara hidup …, pendirian …, iman …, kesabaran …, dan ketekunan …’ Paulus (II Timotius 3:10). Bahkan disebut secara khusus, bahwa Timotius ‘… telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara …’ ( II Timotius 3:11).
Duka dan sukanya tidak membuatnya mundur untuk berdoa syafaat bagi semua orang, bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Tuhan. Dengan kata lain, berdoa bagi Timotius berarti berdoa syafaat. Isi doa syafaatnya adalah agar kiranya semua orang diselamatkan oleh Tuhan.