Jamita Lukas 12 : 13-21


TATA IBADAH HKBP
MINGGU I TRINITATIS
Tangiang Pangaradeon :

  1. Marende BE. No.559: 1-2
  2. Tangiang Pamuhai, Votum :
  3. Marende BE. No.20:11-2
  4. Manjaha Patik 1-10
  5. Marende BE. No.165:1-2
  6. Tangiang Manopoti Dohot Mangido Hasesaan Ni Dosa
  7. Marende BE. No.690:1+3
  8. Manjaha Turpuk Epistel Johannes 1:29-30
  9. Marende BE. No.724: 1+4
  10. Manghatindakkon Haporsean
  11.  Marende BE. No.716:2
  12. Tingting
  13. Tangiang Pangondianon
  14. Marende BE. No.470:1-2 (Pelean A)
  15. Jamita  Lukas 12 : 13 - 21 :
Jauhilah Keserakahan

2:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku." 
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?" 
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan 1 , sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu." 
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh,  pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu,  dan apa yang telah kausediakan,  untuk siapakah itu nanti? 
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. "

Pasidingma Hamongkuson

12:13 Jadi adong ma sahalak sian natorop i na mandok tu Ibana: Guru, dokkon ma amparangku marbagi teanteanannami rap dohot ahu!
12:14 Alai didok ma tu ibana: Baoa! Ise do pabangkit Ahu gabe panguhum manang sibagi teanteanan di hamu?
12:15 Laos didok ma tu nasida: Jaga ma hamu, pasiding hamu ma nasa haholiton! Ai nang pe marlobilobi halak, ndada sian artana i ngoluna.
12:16 Gabe dihatahon ma sada umpama tu nasida, ninna ma: Suha do gogo ni hauma ni sada halak na mora.
12:17 Jadi marhusari ma ibana di bagasan rohana songon on: Aha nama bahenonku? Ai ndang adong hasiatan ni gogo ni tanongki.
12:18 Gabe ninna ma: On ma bahenonku: Hulohai nama angka sopongki, hupauli ma angka na umbalga, asa tusi papunguonku sude na tubu i ro di artangku.
12:19 Jala dohononku ma tu tondingku: Ale tondingku, nunga rade godang artam, sae manang piga taon on. Ipe, marhasonangan ma ho, mangan minum ma ho, las ma roham!
12:20 Alai ninna Debata ma mandok ibana: E ho na loahon! Saborngin on ma tungguon hosam sian ho. Ia na pinaradem, tu ise ma i?
12:21 Songon i ma masa di halak an, na papunguhon arta di dirina, anggo so mamora ibana di Debata.

Jamita

Saudara-saudara terkasih dimanapun berada.
Pada tahun 2009 di jerman terbitlah sebuah buku yang ditulis oleh Horst W. Opaschowski berjudul : Wohlstand new denken. Wie die naeschte generation leben wird) Dalam bahasa Indonesia kurang lebih : Memikirkan kembali Kemakmuran: Bagaimana Generasi selanjutnya hidup). Buku ini membahas tentang bagaimana bangsa-bangsa kaya memandang kemakmuran. Bangsa Jerman, misalnya, yang menjadi kaya setelah Perang Dunia ke-2 sampai tahun 1989, setelah itu menjadi  bangsa yang sangat makmur di bawah Amerika Serikat dan Jepang Sampai tahun 2009. Kemakmuran mereka  bukan saja karena hidup disiplin dan kesukaan menyimpan uang, tetapi juga karena pengetahuan teknologi yang menjadikan mereka sebagai negara industri utama di dunia, bangsa pengekspor hasil-hasil industri. Bangsa-bangsa berlomba untuk menjadi yang paling makmur.

Namun, rupa-rupanya,  kemakmuran  tidak selalu menjamin kebahagiaan. Masyrakat di negara makmur sangat mudah panik dan stres jika terjadi goncangan atau krisis ekonomi. Keinginan untuk memiliki sebanyak-banyaknya memang menysusahkandiri sendiri dan orang lain. Selalu ingin lebih dan lebih, Jiwa tidak tenang itulah keserakahan. Yesus berkata : Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada (ay.34). Sejarah telah membuktikan , kerakusan/keserakahan selalu mendatangkan perselisihan, perang dan bencana: antara sesama saudara, tetangga, dijemaat, sebangsa, antar bangsa, penjajahan, kolonialisme, perbudakan, rasisme, diskriminasi, ekspolitasi serta penghancuran alam ciptaan Tuhan, dan sebagainya.

Atas ragam persoalan kerakusan dan  ketidakbahagiaan ini, penulis buku diatas menawarkan sebuah pemikiran baru, yaitu Hiduplah dengan baikalaih-alih  memiliki banyak (Jerman : Gut leben statt viel haben). Misalnya  hidup tak hanya diisi bekerja terus menerus demi memiliki sebnyak mungkin, tetapi bagaimana caranya agar lebih mensukuri yang sudah dimiliki, istrahat, menjaga kesehatan supaya panjang umur, berbagi dengan orang yang membutuhkan, adan lain-lain. Pada saat yang bersamaan, tahun 2010-an, gereja-geraja anggota DGD (Dewan gereja-geraja se-Dunia) menyerukan kepada umat Kristen untuk mengubah pola pikir, yaitu tidak lagi bertujuan memiliki sebanyak-banyaknya dengan cara apapun, tetapi memiliki hidup yang sebaik-baiknya, hiduplah cukup, yang teranugrahi.

Inilah yang disuarakan Yesus pada hari ini, Minggu I setelah Trinitatis pada kita lewat injil lukas 12:13-21, yaitu agar tujuan hidup kita  bukan lagi memiliki sebanyak-banyaknya (Yunani:huparchontos) melalui cara-cara keserakahan (Yunani:pleoneksias, ay15,21), sebab hidup kita tidak bergantung pada kekayaan tersebut, secara keras Yesus mengingatkan kita melalui perumpamaan seorang yang kaya mengumpul dari hasil tanah yang berlimpah, dan yang menggantungkan hidupnya pada kekayaanya tersebut. Bagi Tuhan itu merupakan kebodohan dan kejahatan . Hidupnya pun dihentikan Tuhan.

Sudara-saudara sekalian, hendaklah kita peka untuk mendengar dan memahami firman Tuhan hari ini. Mereka yang hidup dengan keserakahan, bertobatlah. Yangsedang tergoda untuk serakah, segera menjau dari sana. Keserakahan hanya akan membawa pada kehancuran. Roh kudus memapukan kita menjalani hidup  yang ugahari dan saling berbagi terutama dimasa pandemi, sebab kita bukan lagi manusia lama(Rm1:29;2 Kor 9:5)melainkan manusia baru(Mat 10:15 Rm12:1, 1 Tes 2:5 Kol 3:5, Ef4:19 5:3, 2 pet 2:3,14). Marilah  bersama Roh Tuhan, Hidup dlam kekayaandihadapan Allah dan berbagilah, sebab berbagi adalah Kekayaan
. Amen

15. Marende BE. No. 691:1-2 (Pelean B)
16. Tangiang Panutup