GBI






Gereja Bethel Indonesia (disingkat GBI) adalah suatu kelompok atau sinode gereja Kristen Protestan di Indonesia yang bernaung di bawah Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Selain PGI, GBI juga merupakan anggota dari Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI).
Sejarah GBI
GBI berdiri sebagai hasil pekabaran Injil dari Bethel Pentacostal Temple Inc., Seattle, Washington, Amerika Serikat, yang mengutus dua orang misionarisnya, Rev. Van Klaveren dan Rev. Groesbeek ke Indonesia. Groesbeek memberitakan Injil di Bali kemudian di Cepu dan bertemu dengan Van Gessel. Beberapa tahun kemudian, Groesbeek pindah ke Surabaya, dan seterusnya ke Batavia tahun 1926. Dengan semakin banyaknya jemaat yang dibuka sehingga memperoleh pengakuan dari pemerintah Hindia Belanda dengan nama De Pinksterkerk in Indonesia. Tahun 1932 didirikanlah satu gedung gereja di Surabaya, dan mendirikan pelajaran alkitab yang diberi nama Studi Tabernakel, kemudian pada tahun 1935 menjadi Sekolah Alkitab di Surabaya NIBI.
Pada 6 Oktober 1970, di Sukabumi, Jawa Barat, Pdt. H.L. Senduk (Ho Liong Seng) dan rekan-rekannya membentuk sebuah organisasi gereja baru bernama Gereja Bethel Indonesia (GBI) sebelumnya Pdt. H.L. Senduk pernah bergabung di organisasi GPdI namun memisahkan diri lalu mendirikan (GBI). Gereja ini diakui oleh pemerintah secara resmi melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 41 tanggal 9 Desember 1972.
Pdt. H.L. Senduk melayani GBI Jemaat Petamburan, dibantu oleh istrinya, Pdt. Helen Theska Senduk, Pdt. Thio Tjong Koan, dan Pdt. Harun Sutanto. Pada tahun 1972, Pdt. H.L. Senduk memanggil anak rohaninya, Pdt. S.J. Mesach dan Pdt. Olly Mesach untuk membantu pelayanan di GBI Jemaat Petamburan. Saat itu, Pdt. S.J. Mesach telah menjadi Gembala Sidang "GBI Jemaat Sukabumi", yang telah dilayaninya sejak tahun 1963. Demikianlah GBI terus mengalami perkembangan dan hadir bukan hanya sebagai gereja aras nasional tetapi telah menjadi gereja internasional yang tersebar di seluruh dunia.

Pengakuan Iman

Pengakuan Iman Gereja Bethel Indonesia
Aku percaya bahwa:
Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus.
Allah yang Maha Esa itulah Allah Tritunggal yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga Pribadi di dalam satu.
Yesus Kristus adalah anak Allah yang tunggal dilahirkan oleh perawan Maria yang dinaungi oleh Roh Kudus, bahwa Yesus telah disalibkan, mati, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari yang ketiga dari antara orang mati, bahwa Ia telah naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa sebagai Tuhan, Juru Selamat dan Pengatara kita.
Semua manusia sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah sehingga harus bertobat dan berpaling kepada Allah untuk menerima pengampunan dosa.
Pembenaran dan kelahiran baru terjadi karena iman di dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan oleh Roh Kudus.
Setiap orang yang bertobat harus dibaptis secara selam dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Penyucian hidup adalah buah kelahiran baru karena percaya dalam darah Yesus Kristus yang dikerjakan oleh kuasa Firman Allah dan Roh Kudus, karena itu kesucian adalah asas dan prinsip hidup umat Kristen.
Baptisan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk semua orang yang telah disucikan hatinya; tanda awal baptisan Roh Kudus adalah berkata-kata dengan bahasa roh sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus.
Perjamuan Kudus dilakukan setiap kali untuk meneguhkan persekutuan kita dengan Tuhan dan satu dengan yang lain.
Kesembuhan ilahi tersedia dalam korban penebusan Yesus untuk semua orang yang percaya.
Tuhan Yesus Kristus akan turun dari Sorga untuk membangkitkan semua umatNya yang telah mati dan mengangkat semua umatNya yang masih hidup lalu bersama-sama bertemu dengan Dia di udara, kemudian Ia akan datang kembali bersama orang kudusNya untuk mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di bumi ini.
Pada akhirnya semua orang mati akan dibangkitkan, orang benar akan bangkit pada kebangkitan yang pertama dan menerima hidup kekal, tetapi orang jahat akan bangkit pada kebangkitan yang kedua dan menerima hukuman selama-lamanya.