GIA



Logo GIA Maps GIA
Gereja Isa Almasih (GIA) adalah suatu organisasi gereja kristen protestan di Indonesia yang termasuk anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dengan kantor Sinode yang terletak di Jl. Pringgading 20 Semarang, Indonesia. Gereja Isa Almasih adalah pemilik Sekolah Tinggi Theologia Abdiel (STT Abdiel).
Sejarah GIA dimulai dari lahirnya persekutuan doa (kemudian disingkat PD) yang diselenggarakan di rumah Tan Hok Tjoan di Jl. Brumbungan 6 Semarang. Pdt. Tan Hok Tjoan adalah pendiri Gereja Isa Almasih. Semula PD ini dihadiri oleh beberapa orang, yaitu Goei Swan Tong, Tan Sien Kiong, Liem Thiam Tjoan, Tjan Thiam Sioe, Tan Sien Kie, Liem Khiem Soe.
Pada tanggal 18 Desember 1945 PD ini terpaksa dipindahkan, karena rumah Brumbungan 6 telah tidak memadai, karena semakin bertambahnya jumlah orang yang ikut dalam Persekutuan Doa itu. Pada saat itu direksi City Concern memberi pinjaman gedung bioskop Lux di Jl. Seteran Semarang. Jumlah peserta PD pada waktu itu sekitar 67 jiwa. Ketika itu PD ini menjadi Perhimpunan Sing Ling Kauw Hwee. Setelah empat bulan menggunakan Gedung Lux, jumlah jemaat yang hadir dalam kebaktian telah berjumlah sekitar 240 jiwa. Sementara itu, pada awal tahun 1946 Bp. Tan Hok Tjoan ditahbiskan sebagai pendeta oleh Pdt. Van Gessel; dan pada tahun yang sama Pdt. Tan Hok Tjoan menyatakan keluar dari GPdI dengan alasan:
  1. Perbedaan pendapat dalam tata-cara pelayanan mimbar, dan
  2. Tidak diberikannya kebebasan kerja secara organisasi.
Pemakaian Gedung Lux hanya berlangsung 6 bulan. Oleh direksi City Concern, Perhimpunan Sing Ling Kauw Hwee diberi pinjaman Gedung Roxy di Jl. Gang Besen, Semarang. Kemudian pada Juni 1946 dibentuklah Yayasan Sing Ling Kauw Hwee. Pendirian yayasan ini bertujuan untuk mendirikan sebuah gedung gereja. Pada tanggal 18 Juli 1946 dipilih 12 anggota majelis yaitu Tan Sien Kiong, Goei Swan Tong, Liem Thiam Tjoan, Tjan Thiam Sioe, JCD. Meulenaar, Oei Khing Yoe, Tan Sien Kie, Liem Ping Hong, Nyoo Soen Liat, Tan Tjiang Tjay, Yoo Tik Liong, dan Go Sing Liam. Tanggal 21 Juli 1946, para majelis tersebut dilantik oleh Pdt. Tan Hok Tjoan. Tanggal pelantikan itu pula yang dijadikan tanggal resmi hari jadi Gereja Sing Ling Kauw Hwee. Pada waktu itu jumlah jemaat bertambah menjadi ± 350 jiwa.
Pada tanggal 3 November1946 ibadah Sing Ling Kauw Hwee berpindah ke gedung Sobo Karti. Pada masa ini jumlah jemaat bertambah menjadi sekitar 550 jiwa. Pada tahun 1949 tanah di Jl. Pringgading 13 Semarang dapat dibeli, dan pada tanggal 15 Oktober1949 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Pdt. Tan Hok Tjoan. Pada tanggal 4 Juni1950 diadakan peresmian gedung gereja Sing Ling Kauw Hwee. Nama gereja Sing Ling Kauw Hwee kemudian berubah menjadi Gereja Isa Almasih melalui keputusan dalam Konferensi Gereja-gereja Sing Ling Kauw Hwee di Malang tahun 1955. Pada tahun 1956 Gereja Isa Almasih diterima menjadi anggota ke-29 Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) [sekarang PGI]